Jumat, 23 September 2011

NGANJUK KOTA ADIPURA

Makin ketatnya penilaian Adipura, tidak menghambat Kabupaten Nganjuk kembali mendapatkan penghargaan tertinggi di bidang lingkungan tersebut. Pada Bulan Juni 2011 lalu, Bupati Nganjuk Drs Taufiqurrahman menerima penghargaan bergengsi tersebut langsung dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pekan Lingkungan Hidup Indonesia di Senayan, Jakarta.


Tidak hanya Adipura, pada kesempatan yang sama Bupati Nganjuk juga menerima penghargaan Adiwiyata. Penghargaan ini diberikan untuk SMPN 1 Prambon yang dinilai peduli lngkungan dan berhasil menyisihkan ratusan sekolah lainnya di Indonesia.

Nganjuk menjadi satu dari 14 kabupaten/kota di Jawa Timur yang mendapatkan Adipura. Untuk kategori kecil, Kabupaten Nganjuk berada di antara delapan kabupaten dan kota se-Jatim.


Sebagaimana tahun 2010 lalu, piala Adipura yang sudah tiga kali berturut-turut diraih Kabupaten Nganjuk diarak keliling wilayah kota dan sekitarnya. Terutama di wilayah yang menjadi sasaran penilaian Adipura.



Kamis, 22 September 2011

NASI BECEK NGANJUK

Nasi becek Nganjuk, baru kemarin saya mendengar nama makanan tersebut. Kebetulan kemarin ada acara akad nikah teman kantor di Nganjuk, dan sehabis acara, teman dari Madiun ngajak makan nasi becek. Warungnya cukup sederhana, letaknya di jalan Dr. Sutomo. Yang jual namanya Bu Tin, orangnya ramah. Kata Bu Tin, nasi becek sudah dijual secara turun temurun sejak tahun 1950. Bu Tin adalah keturunan ketiga.Nasi becek, kalau orang Nganjuk menyebutnya sego becek, adalah hidangan yang mirip dengan kari/kare kambing. Isi dari sego becek nyaris serupa dengan soto babat, juga mirip dengan nasi gule, tetapi lebih encer.

Secara keseluruhan, rasanya mungkin cenderung mirip dengan mayoritas makanan sejenis yang berkembang di daerah Solo, Jawa Tengah. Cenderung manis dan tidak asin, berbeda dengan umumnya hidangan utama ala Jawa Timuran yang cenderung asin. Karena saya berasal dari Jawa Tengah, saya cocok dengan makanan ini, rasanya luar biasa nikmat. Apalagi ditambah dengan beberapa tusuk sate kambing muda alias cempe, wah nikmatnya. Sate kambingnya sangat empuk sekali, baru pertama saya makan sate empuk seperti itu.

Nggak rugi deh, makan nasi becek di Nganjuk, lebih serunya lagi, kami di beri gratis 50 tusuk sate kambing muda, wah baik benar Bu Tin ini. Untuk membalas kebaikan beliau, maka saya ulas di blog ini xixixixi, semoga nasi becek-nya tambah laris dan terkenal di seluruh Indonesia. Amin.

Sumber: Setyo Budianto
http://travelling.setyobudianto.com/2010/05/nasi-becek-makanan-khas-nganjuk.html

Rabu, 21 September 2011

ALUN-ALUN NGANJUK

http://www.youtube.com/watch?v=tpY0nle3qQk
Masih ingat kan dengan Novita Anggraeni?? Itu lho pemenang KDI 5 yang terkenal dengan salah satu lagunya "Alun-Alun Nganjuk".
Selain suara maupun lagunya memang enak didenger, liriknya juga mengangkat setting latar Alun-Alun Nganjuk, membuat pikiran pendengar akan langsung tertuju pada objek tersebut.

Tidak ada yang teramat istimewa dari Alun-Alun Nganjuk, tetapi tempat ini dapat menjadi alternatif bagi warga Nganjuk atau siapapun yang berkunjung ke Kota Nganjuk untuk menikmati suasana taman kota. Anda dapat menghabiskan waktu sore hari sambil berjalan-jalan di seputar Alun-Alun Nganjuk dan menikmati aneka jajanan yang banyak dijual di tepi trotoar. Biasanya anak-anak remaja memanfaatkan sarana ini untuk berolahraga di lapangan basket atau sekedar kongkow-kongkow hingga beranjak malam. Di satu bagian alun-alun terdapat trotoar bertekstur batu-batu kali yang dapat dimanfaatkan sebagai sarana pijat refleksi kaki. Masyarakat, khususnya para manula juga sering memanfaatkan alun-alun ini sebagai tempat berolahraga senam atai jogging, baik di pagi maupun sore hari.

Bila ada acara-acara khusus, biasanya Pemkot Nganjuk memanfaatkan alun-alun sebagai tempat hiburan rakyat. Misalnya acara HUT Kota Nganjuk biasanya menampilkan acara "Wayangan" atau "Orkes Melayu". Ada pula bazar yang rutin digelar di dalam alun-alun setiap ada acara khusus.

Dari alun-alun, kita juga bisa langsung berbelanja di areal pertokoan jalan Ahmad Yani yang terletak persis di depan alun-alun. Ada banyak produk yang bisa kita dapatkan di sepanjang jalan itu, mulai pakaian, perlengkapan sekolah, obat-obatan, hingga jajanan, khususnya warung-warung nasi pecel yang berjejer di Jalan Ahmad Yani sebelah selatan di waktu malam hari.

CANDI LOR















Candi Lor terletak di desa Candirejo, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk, atau kira-kira 3-5 kilometer arah selatan dari pusat kota Nganjuk. Candi Lor ini didirikan oleh Mpu Sindok pada tahun 859 Caka atau 937 M sebagai Tugu Peringatan Kemenangan Sindok atas musuhnya dari Melayu. Secara riil, candi yang menghadap ke barat ini wujudnya sudah tidak berbentuk lagi (sudah sangat rusak). Hal ini disebabkan usia bangunan yang memang sudah sangat tua, bahkan bangunan yang terbuat dari batu merah dan tumbuhnya pohon Kepuh di badan candi yang akar-akarnya mencengkeram dan menghunjam kesegala arah di badan candi sebelah selatan.






















Di sebelah baratnya lagi terdapat dua buah makam yang oleh penduduk diyakini sebagai makam Yang Kerto dan Yang Kerti, abdi kinasih Mpu Sindok. Candi Lor diduga bercorak Siwa. Walaupun Candi Lor keadaannya telah rusak, namun ditempat inilah terdapat salah satu bukti sejarah tentang keberhasilan Mpu Sindok mengalahkan musuhnya armada Melayu, dan sekaligus merupakan Tugu Peringatan

Senin, 19 September 2011

MISTERI MAKAM TUA MBAH NGLIMAN

Oleh: Lintang Wetan

Ada sebuah makam tua di daerah Ngliman-Nganjuk yang konon disebut makam "Mbah Ngliman". Makam ini bercorak Sywa-Budha sehingga diperkirakan orang yang dimakamkan berasal dari jaman Majapahit. Adanya sebuah pohon bodhi yang ditanam di lokasi makam mengisyaratkan bahwa orang yang dimakamkan bukanlah orang sembarangan, pastilah dia orang yang besar di jamannya.

Dalam wewaler (pesan spiritual) yang dijaga kerahasiaannya selama 650 tahun terungkap bahwa makam tsb tidak lain adalah makam dari Patih Agung Majapahit yakni Gajah Mada. Selama ini masyarakat awam percaya bahwa Gajah Mada moksa (murca) di air terjun Madakaripura-Probolinggo dalam semedinya. Namun cerita ini lebih bernuansa mitos / legenda dan tidak ada bukti arkeologisnya.

Sedangkan proses pembuktian sejarah yang sedikit demi sedikit mulai dilakukan oleh segelintir budayawan kian mendukung kebenaran makam Mbah Ngliman ini. Walau harus diakui masih banyak misteri yang belum terungkap karena pro kontra tentang apakah sudah tiba atau belum habis masa wewaler. Konon bila wewaler diungkap sebelum waktunya akan mendatangkan celaka. Salah seorang budayawan senior Kota Nganjuk, Drs. Harmadi, dalam bukunya "Wewaler Ki Ageng Ngliman" dan "Misteri Mukso Mahapatih Gajah Mada", mengungkapkan bahwa sosok Ki Ageng Ngliman sebenarnya adalah sosok pahlawan legendaris dari Kerajaan Mojopahit yaitu Maha Patih Gajah Mada. Dalam kedua buku tersebut dipaparkan kajian historis dan arkeologis yang mendukung pernyataan tersebut.

Berdasarkan ilmu "gothak gathuk mathuk", kata Ngliman berasal dari kata Liman = Gajah. Sedangkan Patih Gajah Mada dikenal sebagai duda yang tidak kawin, sehingga nama Air Terjun di Ngliman dinamakan Seduda. Terlebih lagi dalam filsafat Surya Majapahit, daerah tsb dipercaya sebagai salah satu cakra penting tanah Jawa. Cakra di sini berarti pusat energi yang menjadi penyeimbang gerak alam. Hal ini saling bertalian dengan makam perabuan Prabu Hayam Wuruk yang ada di Candi Ngetos yang berdekatan dengan Nglman. Susunan cakra ini berhubungan erat dengan letak Gunung Wilis dan Keraton ganda Majapahit di Daha yang dari masa ke masa selalu menjadi penyeimbang Keraton Kahuripan di Trowulan.

Bila misteri mistik tempat ini diungkap luas, entah apa yang akan terjadi dengan Pulau Jawa. Hari-hari ini ada semacam persamaan banyak jangka (ramalan) Jawa Kuno yang jatuh masa klimaknya. Tepatnya akhir masa kaliyuga (kegelapan). Jadi apakah fenomena wewaler Mbah Ngliman ini ada hubungannya dengan janji Sabdo Palon, Jangka Jayabaya, dan Ronggowarsito? Belum diketahui pasti. Tentu penelusuran ini tidak cukup hanya mengandalkan metode formal, namun juga diperlukan suatu perjalanan spiritual yang dalam.

Pada awal tahun 2011, saya sempat berkunjung ke makam Mbah Ngliman untuk memberikan penghormatan pada tokoh besar ini. Berikut beberapa foto yang sempat saya abadikan dari kamera hp amatiran:
Pintu masuk makam "Mbah Ngliman". Tampak rangkaian anak tangga yang merupakan jalan masuk menuju makam Ki Ageng Ngliman. Sosok yang diduga tak lain dan tak bukan adalah Mahapatih Gajah Mada yang tersohor dari Kerajaan Majapahit.













Konon setiap orang yang melewati tangga tersebut tidak pernah dapat menghitung ulang dengan sama benar jumlah anak tangga yang ada (saya belum mencobanya karena naik tangga sebanyak ini cukup bikin nafas ngos-ngosan).









Akhirnya nyampek juga di depan gapura makam Ki Ageng Ngliman setelah meniti puluhan anak tangga. Sebenarnya ada dua makam Ki Ageng Ngliman, satunya Gedong Kulon, satunya Gedong Wetan (yang ada di foto ini).
Janggalnya, tidak ada catatan sejarah yang jelas mengenai Ki Ageng Ngliman Gedong Wetan ini. Saat saya tanya abdi dalem makam, siapa sebenarnya Ki Ageng Ngliman ini, beliau hanya tersenyum saja.

Tapi dilihat dari gaya gapura tampak jelas bahwa ada relief patung budha dan arca dwaralapa, menunjukkan bahwa tokoh yang dimakamkan di sini adalah tokoh besar dari jaman Kerajaan Majapahit (sebelum masa Kerajaan Demak Bintoro).

Wah saya tidak boleh mengambil foto makam Ki Ageng Ngliman (katanya kalau melanggar kena petaka), wah ngeri... manut aja deh! Setelah masuk ke dalam ada sebuah nisan dengan sebuah peti terbungkus kain kafan putih kumal, aroma bunga dan sesaji sungguh pekat, terlebih atmosfer mistik yg kuat. Beberapa orang tampak duduk bersila berdoa dengan kusuk, sambil membaca ayat-ayat Qur'an, walau saya tau mereka sebenarnya datang untuk "ngalap berkah" (pesugihan).

Saya hanya duduk diam mematung sambil mengamati makam di hadapan saya. Dalam hati terhenyak dalam heran: andaikan benar..... seorang tokoh besar dari jaman Kerajaan Majapahit Mahapatih Gajah Mada, mengasingkan diri dalam pertapaan di tempat sederhana dan dmakamkan tanpa nama dan asal-usul. inikah artinya MOKSA sesungguhnya??

AIR TERJUN SEDUDO

Objek wisata yang mepunyai panaroma yang menyejukan disekitar alamnya yaitu objek wisata air terjun. Salah satunya adalah Air Terjun Sedudo. Air terjun sedudo berlokasi di Desa Ngaliman Kecamatan Sawahan Nganjuk Jawa Timur. Selain asik untuk dijadikan ajang rekreasi dikawasan air terjun sedudo juga memiliki fasilitas yang cukup terpenuhi untuk para pangunjung yang berdatangan. Tempat wisata yang berada pada ketinggian 1.438 meter dari permukaan laut ini memiliki ait terjun dengan ketinggian air sekitar 105 meter.



Selain itu daya tarik lainnya konon, air terjun yang mengalir digunakan untuk upacara ritual untuk memandikan arca saat upacara Parna Prahista. Percikan airnya pun dapat membuat awet muda dan mendapat berkah jika terkena percikan air yang digunakan dalam upacara ritual yang diadakan setiap tanggal 1 suro. Di kawasan air terjun sedudo, pemandangan alamnya sungguh luar biasa, aliran air terjun yang begitu deras semakin membuat suasana yang menyejukan.


Selain itu anda juga akan menjumpai berbagai tumbuhan unik yang tumbuh beriringan dan berjejeran disekitar jalan yang terawat bersih dan indah. Percaya atau tidak, jika anda menghitung anak tangga yang terbuat dari bebatuan saat anda naik, jumlahnya akan berbeda saat anda kembali menuruni anak tangga tersebut. Jangan lupa juga untuk mencicipi berbagai masakan khas Nganjuk yang disediakan diwarung makan yang berada dikawasan wisata air terjun sedudo, dan jangan lupa juga untuk membeli souvenir sebagai oleh-oleh.